post-image

Kolaborasi Multi-Stakeholder dalam Pengelolaan DAS Rejoso: FGD Forum DAS Kabupaten Pasuruan

Pasuruan, 31 Oktober 2023 – Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso terus menjadi fokus utama dalam menjaga keseimbangan ekologi dan ketersediaan sumber daya air bagi masyarakat. Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Welang-Rejoso menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema "Rencana dan Realisasi Program Kegiatan Masing-Masing Pengelola pada DAS Rejoso". Acara ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan swasta, instansi pemerintah, yayasan lingkungan, hingga komunitas konservasi, dalam upaya bersama melestarikan DAS Rejoso.

Diskusi ini membahas berbagai langkah strategis yang telah dan akan dilakukan guna menjaga keberlanjutan ekosistem DAS Rejoso. Beragam inisiatif telah dilakukan, seperti penanaman pohon di wilayah hulu dan hilir, pembangunan embung desa untuk pengelolaan air, serta normalisasi sungai dan saluran irigasi. Di sektor lingkungan, program penghijauan kawasan hutan dan rehabilitasi lahan kritis menjadi perhatian utama, seiring dengan pengelolaan limbah dan rencana revitalisasi kawasan konservasi strategis seperti Headpond Umbulan.

Selain itu, kegiatan konservasi air juga diperkuat dengan implementasi sumur resapan, biopori, serta metode inovatif seperti taman mangrove dengan pola rumput berjarak. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keseimbangan hidrologi, tetapi juga mendukung ekosistem yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar. Program pertanian berkelanjutan pun turut menjadi bagian dari upaya konservasi, dengan mengedepankan praktik ramah lingkungan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Dalam diskusi ini, pentingnya sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam pendanaan program konservasi melalui dana CSR juga menjadi sorotan utama. Tidak hanya dalam bentuk pendanaan, tetapi juga dalam penguatan kelembagaan komunitas konservasi serta edukasi lingkungan bagi generasi muda. Upaya regenerasi kader lingkungan dan pelibatan sekolah, baik formal maupun nonformal, menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian DAS Rejoso.

Dari hasil FGD ini, disepakati bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program yang telah direncanakan. Pengembangan media publikasi yang mendokumentasikan program konservasi juga menjadi prioritas guna meningkatkan transparansi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian DAS.

Dengan berbagai program dan kolaborasi yang telah berjalan, diharapkan DAS Rejoso tetap menjadi sumber daya yang lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang. Langkah nyata dan keterlibatan aktif semua pihak dalam menjaga keseimbangan ekosistem air akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

 

Ikuti terus perkembangan program konservasi DAS Rejoso hanya di website resmi FORDAS Kabupaten Pasuruan!